SAAT LAFAZKU DITERIMA

SAAT LAFAZKU DITERIMA

Tanggal 28 Dis 2013, saat yang paling terindah di dalam kamus hidup ana, ana telah disatukan dengan seorang insan yang sudi menerima diri ana sebagai pelindung bagi dirinya.
Pada saat hendak diijab kabulkan, perasaan nie terasa lain sangat. Gemuruh di jiwa datang dan membuatkan diri ana nie kehilangan sesuatu sehingga sukar untuk bernafas. Kedua-dua belah bahu terasa agak berat. Apakah maksudnya? Apakah tandanya? Persoalan yang sering berlegar di ruang kepala ini.
Tok kadi tidak lama kemudian sampai ke dalam masjid, masaku kini tiba. Bersediakah ana untuk diijab kabulkan? Bersediakah diri ini untuk memikul tanggungjawab yang akan diberikan oleh bapa mertuaku.
Seram sejuk terus menyelubungi diri ini. Ana telah dinikahkan oleh wali isteri yakni bapa mertuaku. Alhamdulillah dengan sekali lafaz, ana dan si dia telah disatukan. Saat itu, air mata ana mula mengalir seperti mengalirnya air terjun. Terasa begitu berat beban yang akan ana tanggung.

550 total views, 5 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Pin It on Pinterest

Share This